Skip to main content

DEWATERING

Dewatering dalam definisi yang paling sederhana adalah penghilangan air. Proses ini dalam kegiatan konstruksi adalah air dipisahkan dari padatan melalui berbagai proses pemompaan atau penyaringan. dewatering konstruksi sering disebut juga sebagai unwatering, atau kontrol air. Ini melibatkan pemompaan dari sumur atau genangan air untuk tingkat air tanah sementara yang lebih rendah, untuk memungkinkan penggalian harus dibuat dalam kondisi kering dan stabil di bawah tingkat air tanah alami.

Pekerjaan dewatering diperlukan apabila elevasi dasar galian ada di bawah muka air tanah eksisting / sekitarnya, seperti kita ketahui pekerjaan struktur beton harus dilakukan pada lokasi yang kering (tidak terendam air), sehingga harus dilakukan proses dewatering untuk menurunkan muka air tanah dengan cara memompa air tanah ke luar.

Dalam pengolahan air limbah, dewatering adalah bagian dari proses di mana lumpur berkurang volume dan dikonversi dari cairan ke produk yang solid. Biosolids dewatering biasanya terjadi ketika biaya transportasi dan penyimpanan untuk volume besar dapat dikurangi atau ketika bahan yang ditakdirkan untuk TPA. Proses dewatering biosolids tidak hanya efek volume tetapi juga nutrisi dan bau tingkat material.

Dewatering juga digunakan oleh instalasi pengolahan air limbah yang besar untuk memisahkan lumpur menjadi cair dan padat. Metode prinsip dalam air limbah yang menekan filter belt dan sistem centrifuges. Filtrat atau centrate cair yang dipisahkan selama proses dewatering juga harus diiperhatikan. Ini biasanya melibatkan sirkulasi ke headworks dari instalasi pengolahan air limbah tersebut.
metode pra-drainase meliputi :
image
1.    Sumur Dalam (deep wells)

Memompa dari setiap sumur menurunkan tingkat air tanah dan menciptakan kerucut depresi atau penarikan sekitar itu sendiri. Beberapa sumur bertindak dalam kombinasi dapat menurunkan tingkat air tanah di wilayah yang luas di bawah penggalian. Karena teknik ini tidak beroperasi pada prinsip hisap, pencairan besar dapat dicapai, hanya dibatasi oleh kedalaman sumur, dan kondisi hidrogeologi.

2.    Titik penggalian (wellpoint)

Wellpoint dewatering secara luas digunakan untuk penggalian dari kedalaman dangkal, terutama untuk penggalian pipa parit. Dalam kondisi tanah yang sesuai sistem WellPoint dapat diinstal dengan cepat dan membuat operasional cepat. Sebuah sistem WellPoint khas terdiri dari serangkaian diameter sumur kecil (dikenal sebagai wellpoints) yang terhubung melalui pipa header, ke sisi hisap pompa WellPoint cocok. Pompa menciptakan vakum di pipa header, mengambil air keluar dari tanah. Untuk parit pipa panjang, wellpoints horisontal dapat diinstal oleh mesin penggalian khusus
3.    Mengontrol tekanan air di pori tanah (eductors)
image
Eductor (sistem ejector) adalah teknik spesialis digunakan untuk mengontrol tekanan air pori di tanah permeabilitas rendah seperti pasir sangat berlumpur, silts, atau tanah liat dengan kain permeabel. Eductors biasanya digunakan untuk membantu menstabilkan lereng sisi dan dasar penggalian di tanah yang akan sulit untuk mengeringkan dengan wellpoints atau sumur dalam.

4.    Sumur vakum (vakum wells) merupakan adaptasi dari sistem sumur dalam. Setiap sistem dipompa oleh pompa submersible, tapi vakum juga diterapkan untuk melalui pompa vakum yang terletak di permukaan. Penerapan vakum memungkinkan sumur untuk lebih efektif dalam mengurangi tekanan air pori pada pengeringan tanah berbutir halus. Dalam kondisi tanah yang sesuai sumur vakum dapat menjadi alternatif untuk eductors.

5.    Horizontal wells

Teknik ini menggunakan pipa berlubang fleksibel horisontal, dipompa oleh pompa WellPoint, menurunkan kadar air tanah. Pipa berlubang dipasang oleh mesin penggalian khusus. Salah satu ujung pipa adalah unperforated dan dibawa ke permukaan dan terhubung ke pompa hisap WellPoint. Metode ini dapat sangat efektif untuk dewatering penggalian pipa panjang

Secara garis besar penghitungan anggaran biaya untuk kegiatan ini terdiri dari :
  1. Mobilisasi dan demobilisasi peralatan kerja, biasa dihitung dalam satuan lumsum (ls).
  2. Pembuatan sumur dewatering (satuan titik)
  3. Pembuatan sumur recharging, (satuan titik)
  4. Pembuatan sumur piezometer, (satuan titik)
  5. Biaya penyediaaan selang dan pemipaan, biasa dihitung dalam satuan lumsum (ls) .
  6. Biaya instalasi listrik sementara, termasuk panelnya, biasa dihitung dalam satuan lumsum (ls).
  7. Biaya penutupan sumur dewatering dan grouting setelah selesai pekerjaan dewatering, biasa dihitung dalam satuan titik. .
  8. Pembuatan saluran sementara, biasa dihitung dalam satuan lumsum (ls).
  9. Biaya perijinan / retribusi pemompaan air pada kantor dinas setempat yang berwenang.
  10. Biaya sewa pompa submersible dengan kapasitas tertentu sesuai perhitungan, biasa dihitung dalam satuan unit.
  11. Biaya Sewa pompa permukaan untuk rembesan dan air hujan, biasa dihitung dalam satuan unit.
  12. Biaya pengawasan dan pemeliharaan, serta operasional harian, biasa dihitung dalam satuan hari.
Demikian  beberapa wawasan tentang dewatering.
Sumber : groundwatereng, wessuc, rumahmaterial

Comments

POPULER POSTS

KISI KISI HANDLING OBJECTION BAGI AGEN ASURANSI

Handling objection merupakan istilah yang dipakai oleh agen asuransi yang artinya menangani keberatan.
Maksudnya begini...
Jika Anda seorang agen asuransi sedang bertemu dengan calon nasabah dan menjelaskan produk produk asuransi dengan baik dan benar sehingga disaat masa jeda Anda sudah yakin bahwa calon tersebut paham dan akan menerima tawaran Anda, namun setelah dipertimbangkan oleh calon bahwa ada hal tertentu yang menjadi keraguannya sehingga ada niat melakukan penolakan.
Versi penolakan yang dilakukan calon beraneka ragam, biasa diawali dengan beberapa pertanyaan yang mungkin meragukannya, ada juga mengalihkan pembicaraan, menolak langsung tanpa menyertakan alasannya, dan sebagainya.
Kira kira menurut Anda selaku agen asuransi, tentunya ada wawasan yang telah Anda persiapkan untuk menyakinkan kembali calon nasabah.
Berikut ini beberapa kisi kisi dari kemungkinan handling objection yang terjadi (rekomendasi buat teman agen asuransi prudenti4l, semoga bermanfaat) :
calon nasabah : "…

KISI KISI SOAL DAN JAWABAN TES CALON AGEN ASURANSI - 3

1.  Pernyataan sederhana yang menyebutkan bahwa pihak tertanggung telah melengkapi formulir permohonan dan premi termasuk dalam esensi kontrak :
      a. Tujuan legal
      b. Pertimbangan
      c. Perjanjian yang saling menguntungkan
      d. Kapasitas legal
Jawaban : B

2.   Yang menetapkan kesehatan (solvency) perusahaan merupakan tugasnya :
      a. Departemen audit
      b. Depatemen legal
      c. Depatemen keuangan
      d. Departemen aktuaria
Jawaban : D

3.    Tindakan terhadap pelanggaran peraturan industri asuransi jiwa dapat diambil oleh :
      a. Pihak tertanggung
      b. Dewan / departemen kode etik
      c. Agen
      d. Pemegang polis
Jawaban : B

4.   Prinsip kode etik meliputi hal hal berikut, kecuali :
      a. Menghindari adanya konflik kepentingan pribadi
      b. Menjalankan bisnis dengan niat baik dan integritas tinggi
      c. menghindari penyalahgunaan jabatan
      d. Menghindari surplus yang berlebihan
Jawaban : D


5.   Produksi asuransi yang berhubungan dengan investasi merupakan …

KISI KISI SOAL DAN JAWABAN TES CALON AGEN ASURANSI - 1

Bagi Anda yang ingin menjadi agen asuransi, diwajibkan untuk mengikuti ujian AAJI secara online atau kertas. Soal ujian pilihan ganda dan tidak banyak. Biasanya hasil ujian dapat diketahui setelah jam ujian selesai. Berikut beberapa soal yang dapat kami sajikan : 1.   Hal apa yang diatur dalam Law of Large Numbers       a. Memprediksi jumlah kerugian yang dapat terjadi untuk menentukan jumlah premi       b. Memprediksi jumlah premi berdasarkan nilai aset       c. Menentukan jumlah nasabah minimum untuk membuka polis       d. Menentukan jumlah kerugian yang dapat terjadi terhadap polis Jawaban : A
2.   Asuransi Dwiguna cocok untuk orang yang :       a. Memiliki uang nganggur (idle money) dan bermaksud meningkatkan kekayaannya.       b. Orang yang ingin dana pensiun.       c. Lebih memilih untuk bermain diproteksi       d. Tidak ada jawaban yang benar. Jawaban : B
3.   Polis Dwiguna mengandung unsur :       a. Tabungan dan Perlindungan       b. Tabungan dan Investasi       c. Investasi d…